DAKWAH BIL QALAM



    Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Beragam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi tanpa batas. Dunia kini sedang berubah, bergulir dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru, sehingga mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial. Tak pelak, masyarakat saat ini telah berubah menjadi masyarakat yang sangat bergantung pada teknologi. Salah satu metode dakwah yang efektif untuk diaplikasikan sesuai dengan perkembangan zaman ialah dakwah bil qalam. Dakwah bil qalam ialah metode dakwah menggunkan tulisan, yang tentu sangat bisa dan mudah untuk digunakan di zaman modern ini.

Pada artikel ini, mari kita bahas keseluruhan mengenai metode dakwah bil Qalam.

Pengertian Dakwah Bil Qalam

    Pengertian qalam secara etimologis, berasal dari bahasa Arab qalam dengan bentuk jamak aqlām yang berarti kalam penulis, pena, penulis. Pengertian lainnya yang disebutkan dalam buku Jurnalisme Universal, disebutkan menurut Quraish Shihab bahwa kata qalam adalah segala macam alat tulis menulis hingga mesin-mesin tulis dan cetak yang canggih.

Pengertian dakwah bil qalam menurut Suf Kasman yang mengutip dari Tasfir Departemen Agama RI menyebutkan definisi dakwah bil qalam, adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar menurut perintah Allah Swt. melalui seni tulisan.4 Samsul Munir Amin memberi pengertian dakwah bil qalam adalah dakwah melalui tulisan yang dilakukan dengan keahlian menulis di surat kabar, majalah, buku, maupun internet. Jangkauan yang dicapai dakwah bil qalam lebih luas daripada melalui media lisan.5

Berdasarkan pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dakwah bil qalam adalah upaya untuk menyeru dan mengajak umat manusia menuju jalan yang diridoi Allah Swt. dengan menggunakan tulisan, baik berupa tulisan yang disampaikan di media massa cetak maupun media massa elektronik.

Kelebihan dan Kekurangan Dakwah Bil Qalam

    Dakwah bil qalam memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Kelebihan

a. Tidak terikat waktu sehingga dapat memperdalam pemahaman mad’ū.

b. Keunggulan lainnya adalah objek dan cakupan dakwah bil qalam lebih banyak dan luas jika dibandingkan dakwah bil lisan.

Kekurangan

a. Tulisan yang disebarkan melalui buku menjadi media massa yang mempunyai sifat paling tidak massal dari media massa lain dalam menjangkau khalayak.

b. Tulisan tidak dapat secara menyeluruh menjangkau lapisan masyarakat, terutama masyarakat dengan budaya membaca yang lemah.

Model atau Bentuk Dakwah Bil Qalam

a. Melalui tulisan

Di dalam bentuk tulisan ini adalah metode berdakwah dengan bil qalam paling mendasar, di mana para penulis (‘ulama, kyai, dan para pengarang kitab) menyajikan dalam bentuk seperti kitab kuning dan berbagai kitab karangan untuk dipelajari dan di kaji oleh para pelajar, santri maupun yang lainya. Mengingat wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah yang memerintahkan untuk “bacalah” maka di adakannya suatu perintah untuk menulis sesuatu tentang Islam dan hukum-hukum yang ada dalam Al-Quran supaya dapat di baca para khalayak yang luas.

b. Melalui media cetak

Penyajian dakwah bil qalam menjadi berkembang dan menjadi suatu karangan yang tetap sehingga dalam karangan yang pertama hanya berbentuk tulisan yang hanya dipelajari dalam kajian, dalam media cetak ini sudah disajikan dengan bahasa dan kemasan yang mudah untuk dipahami. Seperti halnya koran, majalah, tabloid, benner, pamflet, stiker dan kaos yang mengandung unsur Islam sehingga dapat diterima dengan mudah kepada pembacanya.

c. Melalui media online

Dengan berkembangnya tekhnologi media dakwah menjadi berkembang, begitu pula dengan metode dakwah bil Qalam. Dakwah bil Qalam atau dakwah dengan tulisan dapat dilakukan melalui media online, banyak sekali platform digital yang

dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah bil Qalam, contohnya saja seperti Instagram, facebook, medium dan lain sebagainya. Penggunaan media online dalam dakwah bil Qalam mempermudah penyampaian pesan karena aksesnya lebih mudah serta jangkauan audience yang lebih luas apabila dibandingkan dengan kedua media diatas.

 



Sumber:

Muhammad Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: Mahmud Yunus Wa Dzurriyah, 2010), hlm. 355.

Suf Kasman, Jurnalisme Universal Menelusuri Prinsip-prinsip Da'wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur'an, (Jakarta: Teraju, 2004), hlm. 118.

Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm. 11-12.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAKWAH BIL LISAN