DAKWAH BIL LISAN

 

Dakwah adalah aktivitas untuk mengajak manusia agar berbuat kebaikan dan melarang kemungkaran. Dakwah merupakan upaya da’i (juru dakwah) untuk mengajak mad’u (penerima dakwah) kepada ajaran Islam, supaya mad’u dapat memahami pesan yang disampaikan oleh da’i. Dakwah pada dasarnya penyampaian ajaran Islam kepada manusia baik secara lisan maupun dalam bentuk perilaku, yang diarahkan kepada kebaikan. Salah satu cara penyampaian dakwah adalah dakwah bil lisan.


Dibawah ini kita akan membahas tentang metode dakwah bil lisan..

1.     Pengertian Dakwah Bil Lisan

Kata lisan berarti bahasa, lisan mempunyai arti yang menunjukkan realitas sebenarnya. Dakwah Bil-Lisan adalah memanggil, menyeru kejalan Tuhan untuk kebahagian dunia dan akhirat dengan menggunakan bahasa keadaan manusia yang di dakwahi (mad’u). Bahasa keadaan dalam konteks dakwah bil-lisan adalah segala hal yang berhubungan dengan keadaan mad’u baik fisiologi maupun psikologis.

Dakwah bil lisan diartikan sebagai penyampaian informasi atas pesan dakwah melalui lisan. Dakwah bil lisan merupakan suatu ajakan atau penyebarluasan nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan komunikasi verbal melalui bahasa lisan (verbal) dan tulisan, seperti ceramah, pidato, tulisan dan karangan. Dakwah bil lisan adalah dakwah yang dilaksanakan melalui lisan, yang dilakukan antara lain dengan ceramah-ceramah, khutbah, diskusi, nasihat dan lain-lain. Dakwah bil lisan juga dapat diartikan tata cara pengutaraan dan penyampaian dakwah yang lebih berorientasi pada berceramah, pidato, tatap muka dan sebagainya.

Berdasarkan definisi tersebut, dakwah bil lisan merupakan metode dakwah yang dilakukan da’i dengan menggunakan lisannya saat aktivitas dakwah melalui bicara yang dilakukan melalui ceramah, pidato, khitobah, dan lain lain.



2.     Kelebihan Dakwah Bil Lisan

Dakwah bil lisan (ceramah) memiliki beberapa keistimewaan atau kelebihan, antara lain:

A. Dalam waktu relatif singkat dapat disampaikan bahan (materi dakwah) sebanyak-banyaknya.

B. Memungkinkan da’i menggunakan pengalaman, keistimewaan dan kebijaksanaannya sehingga mad’u mudah tertarik dan menerima ajarannya.

C. Da’i lebih mudah menguasai seluruh mad’unya.

D. Bila diberikan dengan baik, dapat menstimulir mad’u untuk mempelajari materi atau isi kandungan yang telah disampaikan.

E. Biasanya dapat meningkatkan derajat atau status dan popularitas da’i.

F. Metode ceramah ini lebih fleksibel. Artinya mudah disesuaikan dengan situasi dan       kondisi serta waktu yang tersedia, jika waktu terbatas dan sedikit bahan materi atau      pesan dakwah dapat dipersingkat (dapat diambil pokok-pokok materi). Dan     sebaliknya disampaikan bahan yang sebanyak-banyaknya dan lebih mendalam.

3.     Kekurangan Dakwah Bil Lisan

Selain memiliki beberapa kelebihan, metode ini juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:

A. Da’i sukar mengetahui pemahaman mad’u terhadap pesan dakwah yang disampaikan.

B. Metode ceramah lebih sering bersifat komunikasi satu arah (one-way communication channel).

C. Sukar menjajaki pola berpikir mad’u dan pusat pehatiannya.

D. Da’i cenderung bersifat otoriter.

E. Apabila da’i tidak dapat menguasai keadaan dan kondisi saat ceramah, biasanya ceramah akan sedikit membosankan. Namun bila terlalu berlebihan teknis dakwah, dikhawatirkan inti dan isi ceramah menjadi kabur dan dangkal.

1.     Model atau Format Dakwah Bil Lisan

Dari pengertian  diatas   yang   mengartikan   dakwah   bil   lisan   adalah   suatu kegiatan dakwah yang dilakukan melalui lisan   atau  perkataan,maka   kemudian dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk dakwah bil lisan, diantaranya yaitu:

1.Tabligh

Arti dasar tabligh adalah menyampaikan. Dalam aktivitas dakwah tabligh berarti menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain, yang biasanya lebih bersifat pengenalan dasar tentang Islam. Seperti yang disampaikan Amrullah Ahmad (1993:49) menjelaskan, “Tabligh adalah usaha menyampaikan dan menyiarkan pesan Islam yang dilakukan oleh individu maupun kelompok baik secara lisan maupun tulis.



2.Nasehat

Nasehat merupakan suatu tindakan yang dimana dilakukan untuk mengkehendaki kebaikan seseorang, dan merupakann suatu kawajiban bagi setiap muslim agar saling menjaga keagamaan satu sama lain.

3.Khotbah

Kata khotbah berasal dari susunan tiga huruf, yaitu kha’ ,tha’ ,ba’ ,yang dapat berarti pidao atau meminang. Arti asal khotbah adalah bercakap-cakap tentang masalah yang penting. Dari pengertian tersebut kemudia dapat dikatakan khotbah merupakan pidato yang disampaikan untuk menunjukkan kepda pendengar mengenai pentingnya suatu pembahasan.

Khotbah merupakan bagian dari kegiatan dakwah secara lisan, yang biasanya dilakukan pada upacara-upacara agama seperti, khotbah Jumat dan khotbah hari-hari besar Islam, yang masing-masing mempunyai corak, rukun, dan syarat masing-masing.

4.Ceramah

Metode ceramah ini dilakukan untuk menyampaikan keterangan, petunjuk, pengertian, dan penjelasan tentang sesuatu kepada mad’u secara lisan.  Dalam metode ceramah ini informasi yang disampaikan biasanya dikemas secara ringan, informatif, dan tidak mengundang perdebatan.

5.Retorika

Retorika adalah seni dalam berbicara untuk mempengaruhi orang lain melalui pesan dakwah. Yang dimana retorika ini merupakan keahlian khusus yang harus dimiliki seorang da’i untuk mendukung kegiatan dakwah. Kepandaian seorang da’i dalam beretorika dapat dilihat saat dakwahnya secara lisan melaui ciri khas bahasa, pemilihan kata-kata, dan keidahan kata yang digunkannya untuk menarik perhatian mad’u.

6.Propaganda

Dakwah denagn metode ini akan mudah mempengarui seseorang secara persuasif, massal, flekibel, cepat, dan retorik. Yang bertujuan untuk merangsang emosi sesorang agar mencintai, memeluk, membela, dan memperjuangkan agama Islam.

7.Tanya Jawab

Metode tanya jawab ini dipandang efektif dalam kegiatan dakwah, kerena dengan metode ini objek dakwah dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang belum dikuasai oleh mad’u sehingga akan timbul feedback antara subjek dan objek dakwah.


Komentar